Dampak
maksiat terhadap pribadi dan masyarakat أثر
المعاصي على الفرد و المجتمع (
الشيخ محمد بن صالح العثيمين ) J.
D. C. Series On Islam (Bahasa
Indonesia) Jeddah Dawah Center P.
O. Box: 6897, Jeddah - 21452 Under
Supervision of MINISTRY
OF ISLAMIC AFFAIRS, ENDOWMENTS, PROPAGATION AND GUIDANCE Allah
Shuhanahu wa Ta'ala berfirman: “Semua yang ada di langit dan di
bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam urusan.” (Q.S. Ar
Rahman: 29) Ayat
di atas menjelaskan tentang kesempurnaan kekuasaan dan hikmahNya, dan
bahwa segala urusan adalah milikNya, Ia Maha mengatur hamba-hambaNya
sesuai dengan kehendakNya, baik dalam masalah keamanan, ketakutan,
kegembiraan, kesedihan, kemudahan, kesulitan, kelebihan atau kekurangan. Allah
selalu mengatur setiap urusan makhlukNya, hukumNya berlaku untuk mereka
sesuai dengan hikmah dan keutamaanNya, dan berlaku untuk mereka
sesuai dengan hikmah dan keadilanNya. Allah tidak berbuat zhalim kepada
seorang pun. “Kami tidak berbuat zhalim kepada mereka, tetapi merekalah
orang-orang yang berbuat zhalim terhadap diri mereka sendiri.”
(Q.S. Az Zukhruf: 76) Wahai
kaum muslimin, sesungguhnya kita beriman kepada Allah dan kepada
takdirNya. Iman kepada takdir Allah baik dan buruknya merupakan salah satu
dari rukun-rukun iman. Sesungguhnya
kita menyakini, segala kebaikan dan kesenangan yang kita peroleh adalah
rahmat dari Allah semata. Karenanya, kita wajib bersyukur kepadaNya dengan
melakukan ketaatan, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala
laranganNya. Apabila kita taat dan mensyukuri segala nikmat Allah, maka
kita berhak untuk mendapatkan segala kebaikan sesuai dengan janjiNya, dan
Allah akan memberikan tambahan karuniaNya kepada kita. Allah
berfirman : “Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah
lah (datangnya), dan bila kalian ditimpa kemudharatan, maka hanya
kepadaNya lah kalian minta pertolongan.” (Q.S. An Nahl: 53) “Dan
ingatlah tatkala Rabb kalian mema’lumkan : Sesungguhnya jika kalian
bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika
kalian mengingkari (nikmat)Ku, maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih.”
(Q.S. Ibrahim: 7) Wahai
kaum muslimin, sesungguhnya berbagai musibah baik yang menimpa pribadi
maupun masyarakat berupa kesempitan, kekurangan, krisis moneter atau
kekacauan, itu semua disebabkan maksiat mereka kepada Allah,
kelalaian dan kelengahan mereka terhadap perintah dan syari’atNya
, sehingga mereka menggunakan hukum selain hukum Allah. Padahal
Allah lah yang menciptakan mereka, Allah lebih sayang kepada mereka
daripada sayangnya orang tua kepada anaknya, dan Allah lebih tahu tentang
maslahat mereka daripada mereka sendiri. Allah menjelaskan
hal ini dalam kitabNya, agar kita tidak melanggar ketentuan-ketentuanNya.
Allah Ta’ala berfirman : “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian
adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Q.S. Asy Syura:
30) “Apa-apa
yang kamu peroleh berupa kebaikan maka itu dari Allah dan apa-apa yang
menimpamu berupa keburukan maka itu disebabkan dirimu sendiri.” (Q.S. An
Nisa: 79) Wahai
kaum muslimin, sesungguhnya kebanyakan manusia menyandarkan segala
musibah, baik krisis moneter atau keamanan dan politik kepada sebab-sebab
materi semata. Tidak diragukan lagi bahwa ini menunjukkan kedangkalan
pemahaman mereka, kelemahan iman dan kelalaian mereka dari mengkaji
Al-Qur'an dan SunnahNya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya
di balik sebab-sebab materi, ada sebab-sebab sya’i yang lebih kuat dan
lebih besar pengaruhnya. Sebab-sebab materi hanya merupakan akibat dan
konsekuensi logis dari sebab-sebab syar’i. Allah berfirman : “Telah
nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia,
supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka , agar mereka kembali (kepada jalan yang benar).”
(Q.S. Ar Ruum: 41) Wahai
kaum muslimin, mengapa kalian tidak menyandarkan musibah-musibah yang
menimpamu kepada kelalaian kalian terhadap ajaran Islam, supaya kalian
kembali kepada jalan Allah. Inilah yang dapat menyelamatkan kalian dari
kebinasaan. Takutlah
kalian kepada Allah, hendaklah kalian introspeksi diri, bertaubatlah
kepadaNya dan perbaikilah jalan hidupmu. Ketahuilah bahwa musibah-musibah
yang menimpa kalian merupakan balasan dari Allah disebabkan dosa-dosa
kalian, maka bertaubatlah kepada Allah untuk setiap musibah, mintalah
perlindungan kepadaNya dari kehancuran materi dan iman. Adapun
kehancuran materi, ia bisa berupa penganiayaan, pembunuhan dan kebinasaan
harta benda. Sedang kehancuran keimanan, ia tempatnya di hati berupa
kehancuran pemahaman (syubhat) dan ketundukan kepada hawa nafsu (syahwat).
Syubhat dan syahwat inilah yang memalingkan umat dari ajaran Islam.
Keduanya pula yang menjauhkan mereka dari jejak orang salaf
(Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, para sahabatnya, dan
orang-orang yang mengikuti mereka), syubhat dan syahwat inilah yang
menjerumuskan mereka pada kebinasaan. Dan
sesungguhnya kerusakan hati lebih besar , lebih dahsyat dan lebih buruk
akibatnya dari kerusakan dunia. Karena bila kerusakan dunia itu menimpa
manusia, kerugiannya hanyalah kerugian dunia dan tidak kekal, sedangkan
kerusakan agama kerugiannya di dunia dan di akhirat. “Katakanlah
: Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri
mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat. Ingatlah yang
demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Q.S. Az Zumar: 15) Ya
Allah, kami memohon kepadaMu agar menjadikan kami orang-orang yang
mengambil pelajaran dari ayat-ayatMu yang penuh dengan peringatan di saat
datangnya hukumanMu. Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang benar-benar
beriman, yang menyandarkan segala musibah kepada sebab-sebab syar’i yang
telah Engkau jelaskan dalam Kitab SuciMu dan melalui lisan mulia RasulMu,
Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Ya
Allah berilah kekuatan kepada umat Islam dan pemerintahnya untuk kembali
menuju jalanMu, untuk melakukan taubat nashuha secara lahir bathin, dalam
ucapan maupun perbuatan, sehingga umat menjadi baik disebabkan baiknya
pemerintah yang mau meniti jalanMu. Ya Allah, kami memohon kepadaMu untuk
memperbaiki para penguasa kaum muslimin, jadikanlah mereka mengambil
pelajaran dari apa yang telah terjadi, berilah mereka petunjuk
sehingga berjalan di atas kecintaan dan keridhaanMu, wahai Penguasa
seluruh alam. Ya Allah, kami memohon kepadaMu agar Engkau jauhkan dari
para penguasa kaum muslimin pejabat-pejabat dan teman-teman dekat yang
buruk. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah,
berilah karunia kepada para penguasa kaum muslimin untuk memilih
pejabat-pejabat dan teman-teman dekat yang baik, yang menunjukkan,
menganjurkan dan memerintahkan mereka kepada kebaikan. Ya
Allah, jauhkanlah dari penguasa kaum muslimin teman-teman dekat yang tidak
memperbaiki mereka dan tidak memperbaiki rakyat, gantilah dengan
yang lebih baik dari mereka. Segala
puji bagi Allah, Penguasa seluruh alam, semoga shalawat dan salam tetap
dicurahkan atas Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya. Disarikan
dari buku : Atsarul
Ma’ashi’alal Fardi wal Mujtama’ Oleh
: Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin PENTING
!!! Anda
membutuhkan informasi tentang Islam atau ingin berkonsultasi mengenai
problem yang sedang dihadapi? Janganlah segan-segan menghubungi Islamic
center terdekat di kota anda, diantaranya adalah : 1.
JEDDAH DA’WAH CENTER Hayy As Salamah, sebelah timur masjid Syuaibi Telp : (02) 6829898 Fax : (02) 6622662 P.O. BOX 6897 Jeddah 21452 –K.S.A 2. Maktab dawah dan tauiyah al jaliyat
Telp: (06) 3644506 P.O.
BOX 808 Unaizah- K.S.A
3.
Markas dawah wal irsyad, syubah dawah al jaliyat Telp
dan fax : (07) 6222474 P.O.
BOX : 350 Bisha –K.S.A
4.
HAIL ISLAMIC DAWAH CENTER Telp
: (06) 5334748, Fax: (06) 5432211 P.O
BOX 2843 HAIL –K.S.A |
||