Dampak maksiat terhadap pribadi dan masyarakat

أثر المعاصي على الفرد و المجتمع

( الشيخ محمد بن صالح العثيمين ) باللغة الإندونيسية

J. D. C. Series On Islam    (Bahasa  Indonesia)

Jeddah Dawah Center

P. O. Box: 6897,    Jeddah - 21452   Tel: 682 9898   Fax: 6622662

 Under Supervision of

MINISTRY OF ISLAMIC AFFAIRS, ENDOWMENTS, PROPAGATION AND GUIDANCE

 

Allah Shuhanahu wa Ta'ala  berfirman: “Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam urusan.” (Q.S. Ar Rahman: 29)

Ayat di atas menjelaskan tentang kesempurnaan kekuasaan dan hikmahNya, dan bahwa segala urusan adalah milikNya, Ia Maha mengatur hamba-hambaNya sesuai dengan kehendakNya, baik dalam masalah keamanan, ketakutan, kegembiraan, kesedihan, kemudahan, kesulitan, kelebihan atau kekurangan.

Allah selalu mengatur setiap urusan makhlukNya, hukumNya berlaku untuk mereka sesuai dengan hikmah dan keutamaanNya, dan berlaku untuk mereka  sesuai dengan hikmah dan keadilanNya. Allah tidak berbuat zhalim kepada seorang pun. “Kami tidak berbuat zhalim kepada mereka, tetapi merekalah orang-orang yang berbuat zhalim terhadap diri mereka  sendiri.” (Q.S. Az Zukhruf: 76)

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kita beriman kepada Allah dan kepada takdirNya. Iman kepada takdir Allah baik dan buruknya merupakan salah satu dari rukun-rukun iman.

Sesungguhnya kita menyakini, segala kebaikan dan kesenangan yang kita peroleh adalah rahmat dari Allah semata. Karenanya, kita wajib bersyukur kepadaNya dengan melakukan ketaatan, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. Apabila kita taat dan mensyukuri segala nikmat Allah, maka kita berhak untuk mendapatkan segala kebaikan sesuai dengan janjiNya, dan Allah akan  memberikan tambahan karuniaNya kepada kita. Allah berfirman : “Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah lah (datangnya), dan bila kalian  ditimpa kemudharatan, maka hanya kepadaNya lah kalian minta pertolongan.” (Q.S. An Nahl: 53)

“Dan ingatlah tatkala Rabb kalian mema’lumkan : Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan  menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat)Ku, maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim: 7)

Wahai  kaum muslimin, sesungguhnya berbagai musibah baik yang menimpa pribadi maupun masyarakat berupa kesempitan, kekurangan, krisis moneter atau kekacauan, itu semua disebabkan maksiat mereka  kepada Allah, kelalaian dan kelengahan mereka  terhadap perintah dan syari’atNya , sehingga mereka  menggunakan hukum selain hukum Allah. Padahal Allah lah yang menciptakan mereka, Allah lebih sayang kepada mereka  daripada sayangnya orang tua kepada anaknya, dan Allah lebih tahu tentang maslahat mereka  daripada mereka  sendiri. Allah menjelaskan  hal ini dalam kitabNya, agar kita tidak melanggar ketentuan-ketentuanNya. Allah Ta’ala berfirman : “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Q.S. Asy Syura: 30)

“Apa-apa yang kamu peroleh berupa kebaikan maka itu dari Allah dan apa-apa yang menimpamu berupa keburukan maka itu disebabkan dirimu sendiri.” (Q.S. An Nisa: 79)

Wahai  kaum muslimin, sesungguhnya kebanyakan manusia menyandarkan segala musibah, baik krisis moneter atau keamanan dan politik kepada sebab-sebab materi semata. Tidak diragukan lagi bahwa ini menunjukkan kedangkalan pemahaman mereka, kelemahan iman dan kelalaian mereka  dari mengkaji Al-Qur'an dan SunnahNya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Sesungguhnya di balik sebab-sebab materi, ada sebab-sebab sya’i yang lebih kuat dan lebih besar pengaruhnya. Sebab-sebab materi hanya merupakan akibat dan konsekuensi logis dari sebab-sebab syar’i. Allah berfirman : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka  sebagian dari (akibat) perbuatan mereka , agar mereka  kembali (kepada jalan yang benar).” (Q.S. Ar Ruum: 41)

Wahai  kaum muslimin, mengapa kalian tidak menyandarkan musibah-musibah yang menimpamu kepada kelalaian kalian terhadap ajaran Islam, supaya kalian kembali kepada jalan Allah. Inilah yang dapat menyelamatkan kalian dari kebinasaan.

Takutlah kalian kepada Allah, hendaklah kalian introspeksi diri, bertaubatlah kepadaNya dan perbaikilah jalan hidupmu. Ketahuilah bahwa musibah-musibah yang menimpa kalian merupakan balasan dari Allah disebabkan dosa-dosa kalian, maka bertaubatlah kepada Allah untuk setiap musibah, mintalah perlindungan kepadaNya dari kehancuran  materi dan iman.

Adapun kehancuran materi, ia bisa berupa penganiayaan, pembunuhan dan kebinasaan harta benda. Sedang kehancuran keimanan, ia tempatnya di hati berupa kehancuran pemahaman (syubhat) dan ketundukan kepada hawa nafsu (syahwat). Syubhat dan syahwat inilah yang memalingkan umat dari ajaran Islam. Keduanya pula yang menjauhkan mereka  dari jejak orang salaf (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka), syubhat dan syahwat inilah yang menjerumuskan mereka  pada kebinasaan.

Dan sesungguhnya kerusakan hati lebih besar , lebih dahsyat dan lebih buruk akibatnya dari kerusakan dunia. Karena bila kerusakan dunia itu menimpa manusia, kerugiannya hanyalah kerugian dunia dan tidak kekal, sedangkan kerusakan agama kerugiannya di dunia dan di akhirat.

“Katakanlah : Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka  sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Q.S. Az Zumar: 15)

Ya Allah, kami memohon kepadaMu agar menjadikan kami orang-orang yang mengambil pelajaran dari ayat-ayatMu yang penuh dengan peringatan di saat datangnya hukumanMu. Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang benar-benar beriman, yang menyandarkan segala musibah kepada sebab-sebab syar’i yang telah Engkau jelaskan dalam Kitab SuciMu dan melalui lisan mulia RasulMu, Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Ya Allah berilah kekuatan kepada umat Islam dan pemerintahnya untuk kembali menuju jalanMu, untuk melakukan taubat nashuha secara lahir bathin, dalam ucapan maupun perbuatan, sehingga umat menjadi baik disebabkan baiknya pemerintah yang mau meniti jalanMu. Ya Allah, kami memohon kepadaMu untuk memperbaiki para penguasa kaum muslimin, jadikanlah mereka  mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi, berilah mereka  petunjuk sehingga berjalan di atas kecintaan dan keridhaanMu, wahai Penguasa seluruh alam. Ya Allah, kami memohon kepadaMu agar Engkau jauhkan dari para penguasa kaum muslimin pejabat-pejabat dan teman-teman dekat yang buruk. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, berilah karunia kepada para penguasa kaum muslimin untuk memilih pejabat-pejabat dan teman-teman dekat yang baik, yang menunjukkan, menganjurkan dan memerintahkan mereka  kepada kebaikan.

Ya Allah, jauhkanlah dari penguasa kaum muslimin teman-teman dekat yang tidak memperbaiki mereka  dan tidak memperbaiki rakyat, gantilah dengan yang lebih baik dari mereka.

Segala puji bagi Allah, Penguasa seluruh alam, semoga shalawat dan salam tetap dicurahkan atas Nabi  kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

Disarikan dari buku :

Atsarul Ma’ashi’alal Fardi wal Mujtama’

Oleh : Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

  

PENTING !!!

 

Anda membutuhkan informasi tentang Islam atau ingin berkonsultasi mengenai problem yang sedang dihadapi? Janganlah segan-segan menghubungi Islamic center terdekat di kota anda, diantaranya adalah :

1. JEDDAH DA’WAH CENTER

Hayy As Salamah, sebelah timur masjid Syuaibi                                                                

Telp : (02) 6829898  Fax : (02) 6622662                                                                         

P.O. BOX 6897 Jeddah 21452 –K.S.A

 

2. Maktab dawah dan tauiyah al jaliyat

Telp: (06) 3644506

P.O. BOX 808   Unaizah- K.S.A  

 

 3. Markas dawah wal irsyad, syubah dawah al jaliyat

Telp dan fax : (07) 6222474

P.O. BOX : 350 Bisha –K.S.A  

 

 4. HAIL ISLAMIC DAWAH CENTER

Telp : (06) 5334748, Fax: (06) 5432211

P.O BOX 2843 HAIL –K.S.A